Ah…lelah…
Ketika aku berjuang membangkitkan semangat pribadiku begitu juga dengan
teman-teman ku yang kebetulan kami masih mengurus skripsi belia. Sedikit ada
rasa putus asa melihat tak mulusnya semua ini.
Itulah yang
terbesit disaat saya sedang belajar bahasa jepang di Aceh institute.. (hahahaha
sedang tidak focus J)
Namun,
betapa bersyukurnya saya memiliki teman-temen yang luar biasa. Disaat yang
suram seperti ini seorang temanku berkata..
Eh, ntar
siang ketemu bang hijarah youk. Beliau kan baru pulang dari Jakarta dengan
membawa juara MDG’s award atas nama Aceh...
Wah,
langsung terbesit tuh di benak saya tentang semangat, pengalaman dan kiprahnya
yang membara yang tentunya patut untuk dicuri.. (hehehe)
Benar saja,
setelah berjumpa dengan beliau dan berdiskusi panjang lebar, anak panah yang kami
tancap ternyata sesuai sasaran.. shoooottt.. beliau berhasil membangkitkan
semangat kami. Jujur saja, saya sangat tidak bersemangat akhir-akhir ini.
Banyak waktu yang terbuang sia-sia. Namun, setelah sasaran saya tepat i.allah
saya akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya juga pastinya dengan teman-teman
ku.
Banyak hal
yang saya peroleh dari beliau. Mulai dari pengalaman yg sungguh luar biasa,
kiprahnya yang sangat menyentuh, motivasinya yang besar dan masih banyak lagi.
Salah satu yang membuat saya speechless dari percakapan kami adalah ketika saya
bercerita singkat ttg pandangan buruk orang luar Aceh terhadap Aceh.
Saya
bercerita, “ yang orang Luar Aceh ketahui ttg Aceh hanyalah Ganja dan Syariat
Islam yang salah mereka Artikan. Mereka mengira bahwa warga non.Muslim di Aceh diwajibkan
memakai Jilbab padahal toleransi agama di Aceh cukup bisa membuktikan perdamaian.
Beliau
kembali bertanya, “ nah, menurut kamu itu bencana atau peluang?.
Otomatis
saya menjawab itu bencana yang harus dibersihkan namanya, karena Aceh bukan
seperti itu.
Beliau
kembali menjelaskan,” bagi saya itu adalah peluang. (*eits positive dulu..
heheheh…) katakan saja kepada mereka coba saja datang ke Aceh. kamu bakal dapat
jawaban sebenarnya. Nah, disini banyak yang bisa Aceh persembahkan sekaligus
memberi pencerahan langsung bagi mereka yang salah berfikir ttg Aceh. Banyak
orang Aceh yang mengiyakan statement kamu namun tidak ada aksi apapun untuk
merubahnya. Semua orang juga dapat berkata seperti itu. Setidaknya, jikalau
tidak dapat merubah kondisi actual, kita bisa memberikan solusi terbaik untuk
mereka dengan pandangan pencerahan. Bla…bla…bla…..
Saat beliau
menjelaskan konsep briliantnya, terbayang oleh saya sosok karakter Muhammad
Assad. Saya ingat ketika assad merumuskan kosep 3P salah satunya adalah
“positive.” Inilah inti pembicaraan bang hijrah yang membuat saya berfikir
berulang-ulang. (Maklum, kata temen-temen saya sih saya itu orang yang sangat
cuek bebek.. hehehe..) Begitu juga materi yang dipaparkan oleh pak Saiful Mahdi
mengenai MUZAKKIR and MUFAKKIR dimana manusia selain harus mengingat Allah di setiap
saat agar kerikil kesombongan tak terlanjur terjulur keseluruh tubuh, seharusnya
manusia juga bisa membaca Qauniyah disamping Qauliah (iqra’ Qauliyah wa Qauniyah).
Lagian di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan oleh karena itu
manusia seharusnya berfikir. Dari mana kejadian A terjadi dan Mengapa?
Bagaimana cara mengatasinya? Dan banyak pertanyaan lain yang bisa kita
pertanyakan, fikirkan dan tela’ah bersama. Inilah inti dari percakapan secuil
dengan bang hijrah.. J
Untuk semua
sahabat-sahabat dan teman-temanku, yuk kita tetap semangat. Jadikan hari
se-berguna mungkin. Semangat. Ganbaree… :D